Friday, 9 November 2012

Surabaya Night Cruise Community

Mewah, Jadi Kerumunan Orang
Surabaya memang kota metropolis, tapi mobil sport mewah di sini masih jarang. Jadi seperti gula yang ’dikerubuti’ semut, Surabaya Night Cruise (SNC) Community juga selalu dikerumuni orang saat nongkrong. Komunitas yang memiliki 30 anggota ini adalah kumpulan penghobi mobil dengan harga miliaran rupiah.

Lamborghini, Ferrari, Mercedes, dan Nissan merek favorit di SNC, diantaranya Lamborghini Murcielago, SL 55 AMG, SLS 63 AMG, Maserati Granturismo, Ferrari 360 Modena, Ferrari 430 Novitec Rosso, Ferrari 458 Italia, Nissan GTR R35, Nissan GTR R34 dan beberapa mobil sport lainnya.
 



Mobil-mobil tersebut saat diparkir selalu mengundang kerumunan orang-orang sekitar untuk menyaksikannya, namun SNC tidak merasa gusar, bahkan mempersilakan mereka melihat berderet-deret mobil sport milik anggotanya yang diparkir.
“Mungkin masih belum banyak yang memiliki mobil sport seperti SNC ini, nggak apa-apalah orang-orang melihat, bahkan mengambil foto dengan bergaya bersama mobil, asal tidak sampai merusak saja tidak masalah,” jelas Mario A, anggota SNC Community setelah bermain golf di Taman Dayu beberapa waktu lalu.
Sementara itu, SNC sendiri berdiri dari obrolan-obrolan para anggotanya saat nongkrong di kafe-kafe. “Kita awalnya nongkrong bersama teman-teman di kafe, ternyata mereka juga hobi memiliki mobil sport, mereka juga punya kenalan teman lain yang hobinya sama, akhirnya kita ajak nongkrong bareng-bareng sambil ngobrol semua seluk beluk mobil kita, hanya itu awalnya yang kita bicarakan,” sahut Helen Kurniawan, anggota SNC Community, Helen Kurniawan.
Berawal dari obrolan tersebut, Helen mengaku sangat klop dengan pembicaraan seputar mobil sport bersama teman-temannya, rekrutmen pun dilakukan dengan mengajak teman-teman lain yang hobinya sama untuk nongkrong di kafe. Walhasil mampu mengajak hingga 30 sesama penghobi untuk berdialog. “Kita ajak-ajak teman kita yang satu hobi, ternyata mereka senang nongkrong bareng sambil sharing masalah-masalah mobil, kita pun akhirnya sepakat untuk membentuk komunitas,” lanjut Helen.
SNC memang terbilang baru berusia muda, terhitung tahun 2011 komunitas ini berdiri, sayangnya hari dan tanggal berapa tepatnya beridiri secara resmi tidak diketahui. “Kita lupa tanggal berapa lahirnya SNC ini, yang pasti tahun 2011, saat itu memang kita saling asyik-asyik berdiskusi bersama, ngobrol seluk beluk mobil kesana kemari, hingga rencana membuat nama komunitas kita, sampai lupa tak mencatat tepatya lahirnya tanggal berapa,” timpal Alexander, anggota SNC Community tertua.
Alexander menyadari hingga saat ini kepengurusan tetap SNC masih belum terbentuk, selama ini mengandalkan kerja bersama-sama setiap kali hendak melakukan touring atau even yang direncanakan.
“Kalau tiap ada even, kita cukup menunjuk ketua panitianya siapa, terus dibantu bersama-sama teman-teman yang lain, secara kepengurusan memang kita belum membentuknya, kita lebih suka bekerja bersama-sama sih, nggak peduli tua atau muda, jadi lebih asyik gitu kayaknya tanpa ada siapa pengurusnya, yang penting sukses acaranya,” lanjut Alexander.
Meski tidak tahu pasti hari lahirnya, SNC justru telah mempunyai kegiatan rutin yang tidak bisa ditinggalkan bagi anggotanya, yakni nongkrong bareng di restoran kawasan Pakuwon Trade Center (PTC) Surabaya atau di beberapa kafe yang telah ditentukan. Bukan hanya sekedar nongkrong saja, melainkan di dalamnya juga membahas beberapa aspek otomotif mobil, perawatan, dan saling berbagi pengalaman. Selain itu touring ke beberapa wilayah di Indonesia pun telah dilakukan, bahkan sempat pula ke Finlandia dan Australia


Memahami Hidup dengan Berbagi
NONGKRONG di restoran atau kafe mungkin sudah biasa, apalagi touring dengan mobil mewah, semua itu tampaknya sudah menjadi kegiatan yang melekat dalam aktivitas anggota SNC Community. Untuk itu SNC mencoba mencari aktivitas yang lebih bermanfaat, untuk memupuk rasa kepedulian sosial anggotanya kepada orang-orang yang tidak mampu.
SNC pun dalam kegiatan besar pertama kalinya langsung menggelar SNC Charity, dengan memberikan bantuan kepada Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelayanan Sosial Lanjut Usia Pasuruan terhadap orang-orang jompo. Berbagai kebutuhan pokok seperti beras, makanan, selimut, bantal, kursi roda, enggrang dan kebutuhan lainnya pun diserahkan kepada panti ini.
“Kita sengaja memilih berderma kepada panti jompo pada acara besar pertama kita ini biar teman-teman juga melihat dan merasakan seperti apa nanti ketika kita sudah tua, kita pasti akan menjadi orang tua jompo seperti mereka, sehingga kita semua bisa lebih memahami arti hidup dan tidak menyia-nyiakan apa yang kita punya saat ini,” ujar Helen Wiryanto, Anggota SNC Community.





 Helen mengakui, mayoritas anggota SNC memang masih muda-muda, belum merasakan beban bagaimana susahnya menjadi orang tua, apalagi merasakan kehidupan di usia 70 tahunan menjadi orang jompo, maka sangat dibutuhkan kesadaran dan pengalaman anggota dengan melihat langsung kehidupan di panti jompo.
“Setelah kita laksanakan SNC charity di Pasuruan lalu, teman-teman banyak yang terketuk hatinya, ada yang curhat bagaimana ya kita tua nanti, apakah akan menghuni panti jompo dengan keadaan tua renta, terus jauh dari keluarga lagi, kasihan rasanya,” ungkap Helen

Sumber