Mewah, Jadi Kerumunan Orang
Surabaya memang kota metropolis, tapi mobil sport
mewah di sini masih jarang. Jadi seperti gula yang ’dikerubuti’ semut,
Surabaya Night Cruise (SNC) Community juga selalu dikerumuni orang saat
nongkrong. Komunitas yang memiliki 30 anggota ini adalah kumpulan
penghobi mobil dengan harga miliaran rupiah.
Lamborghini,
Ferrari, Mercedes, dan Nissan merek favorit di SNC, diantaranya
Lamborghini Murcielago, SL 55 AMG, SLS 63 AMG, Maserati Granturismo,
Ferrari 360 Modena, Ferrari 430 Novitec Rosso, Ferrari 458 Italia,
Nissan GTR R35, Nissan GTR R34 dan beberapa mobil sport lainnya.
Mobil-mobil
tersebut saat diparkir selalu mengundang kerumunan orang-orang sekitar
untuk menyaksikannya, namun SNC tidak merasa gusar, bahkan mempersilakan
mereka melihat berderet-deret mobil sport milik anggotanya yang
diparkir.
“Mungkin masih belum banyak yang
memiliki mobil sport seperti SNC ini, nggak apa-apalah orang-orang
melihat, bahkan mengambil foto dengan bergaya bersama mobil, asal tidak
sampai merusak saja tidak masalah,” jelas Mario A, anggota SNC Community
setelah bermain golf di Taman Dayu beberapa waktu lalu.
Sementara
itu, SNC sendiri berdiri dari obrolan-obrolan para anggotanya saat
nongkrong di kafe-kafe. “Kita awalnya nongkrong bersama teman-teman di
kafe, ternyata mereka juga hobi memiliki mobil sport, mereka juga punya
kenalan teman lain yang hobinya sama, akhirnya kita ajak nongkrong
bareng-bareng sambil ngobrol semua seluk beluk mobil kita, hanya itu
awalnya yang kita bicarakan,” sahut Helen Kurniawan, anggota SNC
Community, Helen Kurniawan.
Berawal dari
obrolan tersebut, Helen mengaku sangat klop dengan pembicaraan seputar
mobil sport bersama teman-temannya, rekrutmen pun dilakukan dengan
mengajak teman-teman lain yang hobinya sama untuk nongkrong di kafe.
Walhasil mampu mengajak hingga 30 sesama penghobi untuk berdialog. “Kita
ajak-ajak teman kita yang satu hobi, ternyata mereka senang nongkrong
bareng sambil sharing masalah-masalah mobil, kita pun akhirnya sepakat
untuk membentuk komunitas,” lanjut Helen.
SNC
memang terbilang baru berusia muda, terhitung tahun 2011 komunitas ini
berdiri, sayangnya hari dan tanggal berapa tepatnya beridiri secara
resmi tidak diketahui. “Kita lupa tanggal berapa lahirnya SNC ini, yang
pasti tahun 2011, saat itu memang kita saling asyik-asyik berdiskusi
bersama, ngobrol seluk beluk mobil kesana kemari, hingga rencana membuat
nama komunitas kita, sampai lupa tak mencatat tepatya lahirnya tanggal
berapa,” timpal Alexander, anggota SNC Community tertua.
Alexander
menyadari hingga saat ini kepengurusan tetap SNC masih belum terbentuk,
selama ini mengandalkan kerja bersama-sama setiap kali hendak melakukan
touring atau even yang direncanakan.
“Kalau tiap ada even, kita
cukup menunjuk ketua panitianya siapa, terus dibantu bersama-sama
teman-teman yang lain, secara kepengurusan memang kita belum
membentuknya, kita lebih suka bekerja bersama-sama sih, nggak peduli tua
atau muda, jadi lebih asyik gitu kayaknya tanpa ada siapa pengurusnya,
yang penting sukses acaranya,” lanjut Alexander.
Meski
tidak tahu pasti hari lahirnya, SNC justru telah mempunyai kegiatan
rutin yang tidak bisa ditinggalkan bagi anggotanya, yakni nongkrong
bareng di restoran kawasan Pakuwon Trade Center (PTC) Surabaya atau di
beberapa kafe yang telah ditentukan. Bukan hanya sekedar nongkrong saja,
melainkan di dalamnya juga membahas beberapa aspek otomotif mobil,
perawatan, dan saling berbagi pengalaman. Selain itu touring ke beberapa
wilayah di Indonesia pun telah dilakukan, bahkan sempat pula ke
Finlandia dan Australia

Memahami Hidup dengan Berbagi
NONGKRONG
di restoran atau kafe mungkin sudah biasa, apalagi touring dengan mobil
mewah, semua itu tampaknya sudah menjadi kegiatan yang melekat dalam
aktivitas anggota SNC Community. Untuk itu SNC mencoba mencari aktivitas
yang lebih bermanfaat, untuk memupuk rasa kepedulian sosial anggotanya
kepada orang-orang yang tidak mampu.
SNC pun dalam kegiatan besar
pertama kalinya langsung menggelar SNC Charity, dengan memberikan
bantuan kepada Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelayanan Sosial Lanjut Usia
Pasuruan terhadap orang-orang jompo. Berbagai kebutuhan pokok seperti
beras, makanan, selimut, bantal, kursi roda, enggrang dan kebutuhan
lainnya pun diserahkan kepada panti ini.
“Kita
sengaja memilih berderma kepada panti jompo pada acara besar pertama
kita ini biar teman-teman juga melihat dan merasakan seperti apa nanti
ketika kita sudah tua, kita pasti akan menjadi orang tua jompo seperti
mereka, sehingga kita semua bisa lebih memahami arti hidup dan tidak
menyia-nyiakan apa yang kita punya saat ini,” ujar Helen Wiryanto,
Anggota SNC Community.
Helen mengakui, mayoritas anggota SNC memang
masih muda-muda, belum merasakan beban bagaimana susahnya menjadi orang
tua, apalagi merasakan kehidupan di usia 70 tahunan menjadi orang jompo,
maka sangat dibutuhkan kesadaran dan pengalaman anggota dengan melihat
langsung kehidupan di panti jompo.
“Setelah kita laksanakan SNC
charity di Pasuruan lalu, teman-teman banyak yang terketuk hatinya, ada
yang curhat bagaimana ya kita tua nanti, apakah akan menghuni panti
jompo dengan keadaan tua renta, terus jauh dari keluarga lagi, kasihan
rasanya,” ungkap Helen
Sumber